Kamis, 02 Juni 2011

Aaaaa.......!!!!


Aaaa....!!!!

Aku mesti teriak keras-keras begitu melihat jam digital di layar ponsel sudah membentuk angka sepuluh. Kau bangun kesiangan dua minggu lebih suda. Memang, malamnya aku terserang insomnia tingkat tinggi. Tanpa obat dan tanpa terapi.

Sebelum insomnia itu kembali menyerangku, aku pernah tidur lebih awal. Artinya begitu aku merasa ngantuk, aku langsung mencari lapak buat tidur. Namun suatu perkara membangunkan akau di tengah malam. Alunan lagu BCL, Karena Ku cinta Kau menggangguku tepat jam satu pagi dini hari. Siapa lagi kalau bukan my BB.

Nggak bisa disalahkan juga sih, karena aku yang menuntutnya menelepon aku. Tapi kan bukan tengah malam begitu. Mau tak mau aku terpaksa mengangkat telepon ogah-ogahan dan agak sedikit mengantuk aku berbicara. Ternyata dia marah dan menerbangkan semangat tidurku. Jadilah dua minggu lebih terakhir aku tak bisa tidur lai karena itu.

Kalau masih ada pulsa biasanya aku akan membuka Facebook  dan mengomentarai setipa status teman-teman. Aku rasa itu lebih baik untuk aku.

Parahnya aku sudah saling komne-komenan, dan semua teman di Fb sudah terlelap, aku belum bisa memejamkan mata. Jam tiga teng, waktu paling cepat aku tertidur. Akhirnya bangun jam sepeuluh pagi.

Pernah sekali aku sanagt shock. Tiga pesan singkat masuk secara bersamaan. Satu dari my BB, tetangga yang baik hati dan dari sobatku Meimei.

My BB:
“Jam berapa ambil slip?”

Kost-Nyak Boy:
“Kak Ulfa, pat posisi?”

Meimei:
“Fa, udah ambil slip?”

Agak ogah-ogahan aku membuka pesan masuk itu dan “aaaww...!!!”, langsung terhentak bangun. Menyambar handuk dan mandi. Sambilan mempersiapkan pakaian dan semua keperluan untuk pengambilan slip SPP, aku membalas sms mereka.

My BB:
“Iya. Ni lagi ganti baju. Mau pergi. Jemput dunk...”

Kost-Nyak Boy:
“Ni masih dirumah. Mau pergi ke kampus. Udah bayar SPP?”

Meimei:
“Belum. Mei udah ambil?”

My BB tentu tahu aku belum berangkat dari rumah karena tak memnitanya menjemput. Sudah jadi kebiasaanku minta dijemput kalau mau ke kampus empat tahun terakhir ini. Hehehe....

Nyak Boy, tetanggaku yang baik hati itu pasti tak menyangka akalu tetangganya ini belum bangun tidur. Dua malam sebelumnya kami pernah membuat janji. Waktu itu aku menuju ke swalayan bersama beberapa adik kos dan dia menuju masjid.

Aku pernah meminta bantuannya membayarkan SPP-ku. Dia tak menolak dan tak mengiyakan. aku pikir, biarlah ini terlewat hanya sebatas bentuk candaan saja. Tapi SMS itu meyakinkan aku bahwa ia memang berniat menolongku.

Meimei? Kami masih senasib seperjuangan. Kami sama-sama tak diwisuda bulan ini.

Di lain hari dan amsih dalam minggu yang sama. Aku terbangun dan mendapatkan dua SMS. Satu dari Isma dan Sau lagi dari Pak Fairus, ketua jurusan KPI.

Isma mengatakan kalau makalahnya segera diketik da dia akan ambil dengan bayaran seperti rental. Sementara Pak Fairus menyuruhku datang dan bertemu dengannya pada jam 11. Sementara aku melihat sms keduanya pada jam setengah sebelas.

Terpaksa aku memburu waktu, mandi cebar cebuir dan berdandan super kilat. Kebiasaan yang tak bisa kutinggalkan  yaitu memakai parfum dan lip balm malah terlupa. Aku jadi tak pede dan terlihat pucat ketika tiba di kampus. Lengkap sudah karena aku juga belum sarapan.

Ketika aku tiba di kampus, Pak Fairus sudah pergi menuju mobilnya. Aku mengejar dan sempat berbicara di depan mobilnya. Namun tak efektif lagi karena beliau buru-buru menuju ke gedung baru di SMU Adi Darma.

Hah, ternyata tidur larut itu memang terbukti tak baik. Tambah lagi menutup semua peluang pagi hari.

Arti Sahabat


Apa itu sahabat?
Pertanyaan itu sering muncul di sekeliling kita. Sebuah pertanyaan yang menanyakan fungsi seorang teman dalam kehidupan kita.

Maka berbagai macam jawaban akan muncul seketika.

Sahabat adalah orang yang selalu ada ketika kita dalam kesulitan.

Sahabat adalah seseorang yang rela meleburkan dirinya seperti lilin demi kebahagiaan sahabatnya.

Sahabat adalah seseorang yang rela memberikan bahunya untuk kita bersandar ketika kita terluka dan menangis.

Apakah semua pernyataan itu benar?

Pernyataan itu pernah ada di buku diary saya sepuluh sepuluh tahun lalu. Ketika saya masih gemar memberikan buku bergambar Hello Kitty kepada teman-teman untuk di isi biodatanya. Terkkadang juga menempel fotonya di sana.

Seiring waktu berganti, semua kalimat panjang tentang definisi sahabat sudah saatnya dibuktikan. Kita melihat realita di kehidupan sehari-sehari.

Apakah sahabat seperti yang dilukiskan di lembar-lembar diary itu?

Ternyata tidak semua. Banyak sekali seorang teman (tanpa mengubah kata menjadi sahabat) baik ketika ada maunya.

Asas manfaat itu terjadi ketika ia tahu temannya punya kelebihan yang luar biasa. Seorang sahabat sejati akan mengorbankan kesibukannya demi sahabatnya. Tetapi apakah itu akan impas?

Pertanyaan terbesar saya adalah: Apakah arti sahabat itu sebenarnya?

Cowok Terlebay

Pernah aku ditanyai oleh orang-orang, apa itu lebay? Aku sendiri tak tahu pasti apa itu arti lebay. Tapi dari perbincangan antara Olga, Raffi Ahmad dan Luna Maya di Dahsyat, lebay itu terlalu berlebihan. Begitu maksudnya. Tepatnya kayak si Fitri Tropica, gitulah kira-kira....

Tapi, aku mempunyai arti khusus dan julukan spesial ini buat para cowok. Ya, para cowok yang membuat tensiku naik hingga 200-an atau malah bisa membuat para kaum hawa stroke memikirkannya.

Cowok-cowok tentu menganggap hal ini terlalu berlebihan atau malah menganggap aku yang terlalu lebay dalam menulisnya. Aku harap, para kaum wanita merapatkan barisan untuk mengiyakan ini, minimal bagi para kaum cewek yang sedikit merasa senasib dan seperjuangan dalam kisah percintaan.

Para kaum cowok boleh berbangga hati karena kaumnya lebih sedikit dibandingkan para cewek. mereka boleh berkata “sepuluh banding satu di dunia ini” atau melegalkan selingkuh dengan alasan “demi keadilan dan kebaikan di antara kaum wanita juga”. Lebay....!!!

Namun permasalahannya tak hanya cukup begitu. Tanpa disadari, ternyata cowok itu sangat sering menyakiti para cewek dan ia tak mengakui kesalahannya karena menganggap sesuatu yang biasa.

Meminjamkan Barang Kepada Cewek Lain

Para cowok mungkin tak pernah merasa bersalah jika meminjamkan barang kepada cewek lain dengan alasan membantu si cewek. Tepatnya lagi karena si cewek adalah temannya dan lebih realistis lagi karena teman pacarnya juga.

Ups! Salah besar. Tetap rasa cemburu itu ada. Apalagi kalau benda-benda itu memang membutuhkan biaya besar dalam membelinya seperti Handphone, laptop, ipod, atau benda lainnya. Boleh lebih mahal atau lebih murah sedikit.

Mengapa cewek marah?
Tentu punya alasan, bagaimana tak marah jika cewek pernah meminta pinjam pada cowoknya benda yang dimaksud tapi tak dipenuhi. Eh, tahunya si cewek malah melihat benda itu ada di tangan orang lain. Cewek lagi. Parahnya jika cewek itu tak punya hubungan baik dengan pacar si cowok. Bakal ngamuk tujuh keturunan itu.

Meminjam barang pacarnya dan meminjamkan kepada cewek lain

Cowok seperti ini memang sungguh terlalu sekali. Udah minjam eh, malah minjamin lagi sama cewek lain. Nggak modal banget, sih....

Tapi intinya bukan itu yang mau dibahas. Cowok mungkin perlu tahu juga sejarah benda tersebut ada di tangan pacarnya sekarang. Setiap orang memiliki sesuatu bukan tanpa alasan kan?

Misalnya, laptop. Bukan berarti semua orang tua sanggup membeli benda super canggih itu untuk anak-anaknya. Bisa jadi dia membeli dengan hasil keringatnya sendiri. Menabung, mengumpulkan uang beasiswa atau bekerja mati-matian untuk menggenap gadget pilihannya.

Ketika pacar memberikan sesuatu pada cowoknya, bukan berarti itu tanpa alasan. Pasti ada alasan yang kuat sehingga gadget kesayangannya itu bisa berpindah tangan. Alasan itu bisa karena cewek sudah memperayai pacarnya. Kalau tidak, mana mungkin ia memberikan pinjaman kepada sang pacar.

Jadi, suatu kesalahan besar jika cowok memberikan barang yang pinjam dari pacarnya untuk cewek lain. Sakit hati dari pacar pasti ada walau pacarnya tak pernah ngomong. Tetapi cewek akan menggosipkan cowoknya bersama teman sesama cewek. Jangan harap cowok bisa tidur nyenyak kalau sudah disumpah serapah oleh para cewek lain.

Mendahulukan Kepentingan Teman Cewek Daripada Pacar

Ini juga kerap terjadi. Cowok kadang merasa ingin membantu teman ceweknya. Ia tak mengatakan hal ini pada pacarnya dengan alasan tak ada yang perlu dibicarakan. Sebenarnya, perlu membicarakan hal ini, bukan membicarakan secara formal, tapisekedar membincangkan ketika temgah bersantai. Sungguh tak enak jika pacar mendengar hal ini dari orang lain.

“Untung kemarin Si A perbaikin Hp aku, kalau nggak kebayang deh gimana? Aku nggak bisa telponan-telponan lagi.” Seorang teman berkata. Atau begini “Eh, kemarin kok nggak jadi ke rumah sih. Kan kamu belum selesai bantu aku ini dan itu”. Ini dan itu bisa jadi suatu kerjaan yang memang bidang yang digeluti oleh cowok tersebut.

Jangan pikir cewek akan bangga karena punya cowok kecerdasannya nyaris menyamai Einstein. Sebaliknya, cewek terkadang menyesali punya cowok pintar.

Ketika cewek meminta bantuan cowok, alasan-alasan logis tentu akan mengalir dari mulutnya. Seperti “sibuk banget, nih....” atau “lagi banyak kerjaan” atau “nggak sempat” atau “lain kali saja yach...”. Apalagi kalau ditambah bumbu kata “Kalau memang mendesak biar kita cari cara”.

Cewek mana yang nggak klepek-klepek mendengarnya. Ia pasti merasa kalau pacarnya sangat perhatian padanya. Siapa yang menyangka kalau dibelakang si cewek malah lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya.

Bercanda ria dengan cewek lain di depan pacar

Masih berkaitan dengan cewek lain. Cowok terkadang nggak peka dengan perubahan sikap pacarnya ketika tengah bergabung dengan teman-teman. Baik itu teman dari keduanya atau teman salah satunya.

Berhati-hatilah jika bersikap. Misalnya bercanda yang membuat kesan akrab dengan cewek lain.

Misalnya nih, cewek lain tengah mendengarkan MP3 dari ponselnya. Lalu dengan senang hati cowok merebut ponsel dan terjadilah adegan tarik menarik. Nah, bisa ditebak hasilnya. Bisa saja cewek akan meninggalkan meja  lalu ngambek. Bisa juga nggak, cewek malah ikut tertawa dan sok menikmati suasana. Padahal dia sendiri ingin kabur ke planet lain saat melihat adegan ini. Lebih-lebih kalau keberadaan si cewek seakan nggak dianggap di antara mereka.

Sakit banget kalau begitu.
Seribu penyesalan berada di tempat itu pasti muncul bak jamur dimusim hujan.

Membicarakan Rahasia dengan cewek lain di depan Pacar

Cewek lain itu memang teman berdua. Tapi jika ada rahasia jangan bahas di antara bertiga. Kecuali kalau teman cewek itu mau berbagi rahasia juga dengan pacar. Tak perlu semuanya, tapi sekedar tahu saja kalau mereka ada rahasia ‘ini’ atau itu misalnya.

Dengan begitu si cewek tentu lebih merasa di hargai keberadaannya oleh kedua belah pihak. Dari pacar dan temannya.

Jangan sesekali menjawab “adalah.... ini rahasia antara aku dan si dia...” pada pacar. Ini terasa sanagt menyakitkan dan pacar merasa nggak di anggap lagi.

Menyalahkan Cewek ketika ia Curhat

Nggak jarang cowok merasa dirinya mr. Right ketika berada di samping ceweknya. Alasannya karena cowok nggak suka bergosip dan ia merasa pacarnya hanya menggosipkan orang lain. Curhatannya tidak imbang semata-mata karena ia merasa berada di pihak yang benar.

Terkadang seseorang bercerita masalahnya bukan karena ingin diberi solusi. Hanya untuk melampiaskan rasa yang tak sanggup ditanggung sendiri saja. Mengapa harus menuduh kalau dia salah.

Kalau pun tak mau mendengar, jangan cuek atau tidur, menyumpal kuping dengan headset sambil mengikuti irama lagu atau malah memotong curhatan dengan berbicara dengan orang lain. Ini sangat menyakitkan. Cowok sendiri pasti snagat marah jika diperlakukan seperti ini oleh pacarnya.

Duduk bertiga dengan teman

Tidak perlu duduk bertiga dengan pacar kalau memang tak bisa membawa suasana bersama. Jangan sesekali mengundang teman cowok atau cewek jika tak pintar menghidupkan suasana untuk bertiga.

Ketika teman bergabung dan cowok lebih asyik berbicara dengan temannya, jangan harap cewek akan merasa nyaman berada di antara mereka. Ia ingin segera kabur dan lenyap dari situ.

Itu hanya sebagian dari tingkah lebay para cowok yang buat cewek ingin segera memutuskan hubungannya. Yang jelas, dengan begitu cewek merasa tak nyaman dengan cowoknya. Jadi, apalagi yang ditunggu?

Sheyla Laveyla

Sebut saja namanya begitu. Walaupun namanya bukan seperti itu. Inisialnya KT, di Fb ia menuliskan dengan nama lain dan berinisial TA. Namun aku lebih menyukai menulisnya dengan nama Sheyla Laeyla (SL).

Banyak cerita yang datang silih berganti ketika  menjalani hari-hari ini. Terkadang aku menyesali mengapa harus bertemu dengannya dan sempat akrab cukup lama. Lalu kami dipisahkan karena sedikit perbedaan dan ketidaksempurnaan yang harus kami terima. Lalu kami benar-benar terpisah dan aku merasa dia menusukku pelan-pelan. Seperti pembunuh berdarah dingin yang membunuh musuhnya.

Aku mengenalnya dengan berbagai kesempurnaan yang aku tangkap dari balik kekurangannya yang luar biasa. Kemudian ia pun menunujukkan sisi buruknya yang luar biasa juga padaku. Sekaarng aku harus mengatakan apa ketika terus tersakiti oleh semua sikapnya.

Dia membenci mendadak karena menganggap melewati ambang kecerdasannya dalam berkreativitas. Orang-orang bilang dia tak mau tersaingi. Padahal dia juga tahu kalau tiap orang memiliki kapasitas dan kualitas yang berbeda meski di bidang yang sama. Kata seorang penulis kondang yang karyanya menjadi buah bibir, “kamu menulis sangat baik Ulfa. Tapi kamu kurang data dan malas mengumpulkan semua itu. Sementara dia sanagt rajin dan pantang manyerah dalam melakukan penggalian data. Kekurangannya hanay menunda-nunda pekerjaan saja dan malas mengerjakan semuanya. Tapi dia cukup gigih dalam menlakukannya. Apalgi jika ada pujian dan apresiasi sedikit saja”

Lho, apalagi yang kurang?

Untuk mencari kesempurnaan, manusia memang tak akan pernah diberi kelebihan yang benar-benar sempurna. Menjadi orang yang kaya dan pintar ssaja manusia sudah sombong. Bagaimana jika lebih dari itu? Wah. Luar biasa indahnya dunia ini. Aku tentu ingin menjadi satu diantara manusia pilihan itu.

Sekarang, ketika aku punya seseorang yang benar-benar menyayangiku dan aku mulai bisa menerima kelemahan pasanganku, ia kembali datang dan menghancurkan impianku untuk bahagia.

Ia sama sekali tak merebut BB dari sisiku. Namun ia berhasil menjadi api yang siap membakar ami sewaktu-waktu.

Apa penyebabnya? Aku juga tak tahu pastinya? Tapi akau akan mencari tahu mengapa?